UJI KESUBURAN TANAH
(Gindi Haerulah 18/430441/PN/15758)
Pada
acara 1 kali ini, saya menguji kesuburan tanah dengan metode wawancara. Petani
yang menjadi narasumber kali ini ialah Bapak Eyang yang berumur 65 tahun.
Wawancara ini dilakukan pada hari Jumat, 27 November 2020 pukul 09.30 WIB di
Bonang, Tangerang. Pak Eyang membudidayakan padi dengan landuse sawah,
fisiografi dataran, topografi datar, kedalaman air tanah <50 cm.
Menurut
pengamatan, keadaan tanah Pak Eyang memiliki tekstur halus kelembekan dengan
sedikit terasa kerikil kecil. Tekstur
tanah dan struktur tanah mempengaruhi tanah dalam menahan air. Tanah yang
bertekstur halus menahan air lebih banyak dibandingkan dengan tanah yang
bertekstur kasar, oleh karena itu tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan
dari pada tanah bertekstur lempung, kondisi kekurangan air ataupun kelebihan
air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, Tekstur tanah dengan daya menahan
air, ketersediaan hara tanah yaitu tanah dengan tekstur lempung mempunyai luas
permukaan yang lebih besar sehingga kemampuan menahan air dan menyediakan unsur
hara tinggi. (Arisandy dkk, 2012).
Menurut
hasil wawancara, produktivitas yang dihasilkan dari padi yang ditanam pada
lahan sebesar 3.500m2 ialah
sebesar 19 karung dengan berat tiap karung sebesar 5kg. Itu berarti Pak Eyang
dapat menghasilkan 95kg padi tiap musim tanam. Terjadi naik-turun produktivitas
setiap tahunnya yang mana menurut Pak Eyang disebabkan oleh naik-turunnya
pengaplikasian pupuk.
Warna
dari tanah tersebut kecoklatan. Ph tanah menurut Pak Eyang sudah aman, namun
masih diragukan apakah itu berdasarkan riset atau hanya berdasarkan terkaan
dari pengalaman Pak Eyang yang tidak memiliki permasalahan pada lahannya. Yang
menjadi permasalahan pad atanah pak Eyang justru datang dari pupuk yang ia
gunakan. Menurutnya, harga pupuk yang ia beli cukup mahal yaitu sebesar Rp
5.000/karung pupuk kandang. Ia pun tidak mendapatkan bantuan pupuk dari
pemerintah. Harapannya, Pak Eyang bisa mendapatkan supplier pupuk yang lbisa
memberikan harga pupuk lebih murah dan bisa mendapatkan bantuan pupuk dari
pemerintah.
Arisandy,
K.R. 2012. Akumulasi logam berat timbal (Pb) dan gambran histology pada
jaringan avecennia marina (forsk.) Vierh di perairan pantai jawa timur. Jurnal Penelitian Perikanan. Vol. 1(1)
Hal. 15-25


Comments
Post a Comment